September 26, 2011
Johan lagi...
diari hati ilhamhainy at 1:37 PM 0 comments
September 21, 2011
Penangan@Pukulan@Bahana
Berpuasa selama sebulan belum tentu dapat menurunkan berat badan tetapi nak menaikkannya cukuplah dengan sehari makan tak beringat.
Untuk tahun ini saya lebih prihatin dengan pemakanan saya.Sebab itu saya berjaya mengharamkan diri untuk ke bazar ramadhan.Namun entah kenapa, ialah nak dijadikan cerita, kalau tak tiada cerita..kan..?Selepas sehari suntuk berjalan memenuhi undangan syawal, esoknya saya diserang cirit birit pula. Memang perut memulas sebelum itu, tak sangka pula melarat.Didahului dengan lambakan muntah di lantai pejabat..uishhh...tak senonoh betulkan..Huh,,,memang seksa dirasakan.Patutlah ada yang sampai masuk wad bila keracunan. Teruk sungguh dirasakan.
Saya tak boleh nak agak dari mana silapnya makanan saya.Menu sepanjang hari itu antaranya, nasi impit kuah kacang, sate, lemang dan rendang, nasi tomato, ayam masak merah dan dalca, air batu campur, blueberry cissss kek, indulgent coklat kek, puding pisang, puding karamel, laksa, kambing steak, salad buah, ciken cop.
Dapatlah masa cuti @ m.c selama dua hari.Ini pun rasanya belum pulih sepenuhnya.Memang betul-betul dapat pukulan raya...
diari hati ilhamhainy at 4:24 PM 0 comments
September 13, 2011
Hidup kita ini...
p/s : sesungguhnya aji kau memang kejam..memandangkan ilmu agama kau cukup tinggi tapi tidak pada makamnya..Hanya Allah saja yang akan membalasnya.
diari hati ilhamhainy at 5:40 PM 0 comments
September 9, 2011
Lagi pahit dari hempedu, Lagi berat dari yg dipikul...
"kelabu hati itu lebih bahaya. Bila-bila boleh menghitam. Bila hati hitam, butanya tak pakai 'standard.' Gelap terus, jadinya lebih sulit!"
'Friendship seems to has been lost into the thin air'...Disebabkan gagal mengeluarkan kebenaran kata-kata....Inilah yang sedang saya hadapi..saratnyaaaa Allah jua yang maha mengetahui.
Baik dia mahupun saya kini masing-masing tidak pernah menyebut sengketa..tetapi masing-masing beku bak bongkah batu..Pandangan pula dah ditala bermacam arah..Tutur mulut bagai semuanya tidak kisah, tapi dalam hati Allah saja yang tahu..Tuturnya kini penuh sindiran..lagaknya pula Api dalam Sekam.
Saya hilang titik tumpu..Terasa ingin memanjangkan maaf, tapi disudut hati..kenapa pula kemaafan perlu dihulur, salahnya tidak ada pada saya..Mungkin hati saya masih bongkak.
Lewat petang semalam hanya air mata yang menjadi tamu dipipi.Angin petang lansung tidak mendamaikan.Saya sedang memikul amanah.Secara tak lansungnya amanah yang dipikul itu umpama penganiayan terhadap orang lain. Takut dikata fasik.Saya sedang bermuhasabah supaya mazmumah itu tiada.
“Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum kerana kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatan itu.” (Al-Hujurat: 6)
“Dan Allah mencintai orang yang sabar.” (Ali Imran: 146)Saya sedang berhadapan dengan orang yang cinta dunia..Seorang yang ilmu agama nya tinggi terpuji tapi akhlaknya tidak terpujikan..Kerana amanah dia saya seolah berantakkan!!
“Sesungguhnya Allah bersama-sama mereka yang sabar.” (Al-Baqarah: 153)
diari hati ilhamhainy at 4:28 PM 0 comments
September 7, 2011
Eidul Fitr - Maafkanlah....
' SELAMAT HARI RAYA AIDIL FITRI MAAF ZAHIR BATIN YANG TULUS IKHLAS DARI SAYA..---SUPERMAK'
*** kuciwa jugak sebab raya ni tak dpt photo snap sebab..bateri dengan charger diangkut..kamera pula yang tinggal....grrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr****
*** bekas majikan saya yang baik juga meninggal pada jumaat ramadhan yang terakhir...Ramdhan dan Syawal ini saya menyaksikan insan yang baik kembali ke rahmatullah pada hari Jumaat.
diari hati ilhamhainy at 11:45 AM 0 comments
August 22, 2011
Hijrah Ramadhan.
diari hati ilhamhainy at 4:30 PM 0 comments
August 10, 2011
Wong Fei Hung...?
Once Upon a Time In China.. siapa Wong Fei Hung sebenar?

Selama ini kita hanya mengenal Wong Fei Hung sebagai jagoan Kung fu dalam film Once Upon A Time in China. Dalam film itu, karakter Wong Fei Hung diperankan oleh aktor terkenal Hong Kong, Jet Li. Namun siapakah sebenarnya Wong Fei Hung?
Wong Fei Hung adalah seorang Ulama, Ahli Pengobatan, dan Ahli Beladiri legendaris yang namanya ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional China oleh pemerintah China. Namun Pemerintah China sering berupaya mengaburkan jatidiri Wong Fei Hung sebagai seorang muslim demi menjaga supremasi kekuasaan Komunis di China.
Wong Fei-Hung dilahirkan pada tahun 1847 di Kwantung (Guandong) dari keluarga muslim yang taat. Nama Fei pada Wong Fei Hung merupakan dialek Canton untuk menyebut nama Arab, Fais. Sementara Nama Hung juga merupakan dialek Kanton untuk menyebut nama Arab, Hussein. Jadi, bila di-bahasa-arab-kan, namanya ialah Faisal Hussein Wong.

Ayahnya, Wong Kay-Ying adalah seorang Ulama, dan tabib ahli ilmu pengobatan tradisional, serta ahli beladiri tradisional Tiongkok (wushu/kungfu). Ayahnya memiliki sebuah klinik pengobatan bernama Po Chi Lam di Canton (ibukota Guandong). Wong Kay-Ying merupakan seorang ulama yang menguasai ilmu wushu tingkat tinggi. Ketinggian ilmu beladiri Wong Kay-Ying membuatnya dikenal sebagai salah satu dari Sepuluh Macan Kwantung. Posisi Macan Kwantung ini di kemudian hari diwariskannya kepada Wong Fei Hung.

Kombinasi antara pengetahuan ilmu pengobatan tradisional dan teknik beladiri serta ditunjang oleh keluhuran budi pekerti sebagai Muslim membuat keluarga Wong sering turun tangan membantu orang-orang lemah dan tertindas pada masa itu. Karena itulah masyarakat Kwantung sangat menghormati dan mengidolakan Keluarga Wong.
Pasien klinik keluarga Wong yang meminta bantuan pengobatan umumnya berasal dari kalangan miskin yang tidak mampu membayar biaya pengobatan. Walau begitu, Keluarga Wong tetap membantu setiap pasien yang datang dengan sungguh-sungguh. Keluarga Wong tidak pernah pandang bulu dalam membantu, tanpa memedulikan suku, ras, agama, semua dibantu tanpa pamrih.
Secara rahasia, keluarga Wong terlibat aktif dalam gerakan bawah tanah melawan pemerintahan Dinasti Ch’in yang korup dan penindas. Dinasti Ch’in ialah Dinasti yang merubuhkan kekuasaan Dinasti Yuan yang memerintah sebelumnya. Dinasti Yuan ini dikenal sebagai satu-satunya Dinasti Kaisar Cina yang anggota keluarganya banyak yang memeluk agama Islam.
Wong Fei-Hung mulai mengasah bakat beladirinya sejak berguru kepada Luk Ah-Choi yang juga pernah menjadi guru ayahnya. Luk Ah-Choi inilah yang kemudian mengajarinya dasar-dasar jurus Hung Gar yang membuat Fei Hung sukses melahirkan Jurus Tendangan Tanpa Bayangan yang legendaris. Dasar-dasar jurus Hung Gar ditemukan, dikembangkan dan merupakan andalan dari Hung Hei-Kwun, kakak seperguruan Luk Ah-Choi. Hung Hei-Kwun adalah seorang pendekar Shaolin yang lolos dari peristiwa pembakaran dan pembantaian oleh pemerintahan Dinasti Ch’in pada 1734.
Hung Hei-Kwun ini adalah pemimpin pemberontakan bersejarah yang hampir mengalahkan dinasti penjajah Ch’in yang datang dari Manchuria (sekarang kita mengenalnya sebagai Korea). Jika saja pemerintah Ch’in tidak meminta bantuan pasukan-pasukan bersenjata bangsa asing (Rusia, Inggris, Jepang), pemberontakan pimpinan Hung Hei-Kwun itu niscaya akan berhasil mengusir pendudukan Dinasti Ch’in.
Setelah berguru kepada Luk Ah-Choi, Wong Fei-Hung kemudian berguru pada ayahnya sendiri hingga pada awal usia 20-an tahun, ia telah menjadi ahli pengobatan dan beladiri terkemuka. Bahkan ia berhasil mengembangkannya menjadi lebih maju. Kemampuan beladirinya semakin sulit ditandingi ketika ia berhasil membuat jurus baru yang sangat taktis namun efisien yang dinamakan Jurus Cakar Macan dan Jurus Sembilan Pukulan Khusus.
Selain dengan tangan kosong, Wong Fei-Hung juga mahir menggunakan bermacam-macam senjata. Masyarakat Canton pernah menyaksikan langsung dengan mata kepala mereka sendiri bagaimana ia seorang diri dengan hanya memegang tongkat berhasil menghajar lebih dari 30 orang jagoan pelabuhan berbadan kekar dan kejam di Canton yang mengeroyoknya karena ia membela rakyat miskin yang akan mereka peras.
Dalam kehidupan keluarga, Allah banyak mengujinya dengan berbagai cobaan. Seorang anaknya terbunuh dalam suatu insiden perkelahian dengan mafia Canton. Wong Fei-Hung tiga kali menikah karena istri-istrinya meninggal dalam usia pendek. Setelah istri ketiganya wafat, Wong Fei-Hung memutuskan untuk hidup sendiri sampai kemudian ia bertemu dengan Mok Gwai Lan, seorang perempuan muda yang kebetulan juga ahli beladiri.
Mok Gwai Lan ini kemudian menjadi pasangan hidupnya hingga akhir hayat. Mok Gwai Lan turut mengajar beladiri pada kelas khusus perempuan di perguruan suaminya.
Pada 1924 Wong Fei-Hung meninggal dalam usia 77 tahun. Masyarakat Cina, khususnya di Kwantung dan Canton mengenangnya sebagai pahlawan pembela kaum mustad’afin (tertindas) yang tidak pernah gentar membela kehormatan mereka. Siapapun dan berapapun jumlah orang yang menindas orang miskin, akan dilawannya dengan segenap kekuatan dan keberanian yang dimilikinya.
Wong Fei-Hung wafat dengan meninggalkan nama harum yang membuatnya dikenal sebagai manusia yang hidup mulia, salah satu pilihan hidup yang diberikan Allah kepada seorang muslim selain mati Syahid. Semoga segala amal ibadahnya diterima di sisi Alah Swt dan semoga segala kebaikannya menjadi teladan bagi kita, generasi muslim yang hidup setelahnya. Amin.
diari hati ilhamhainy at 11:53 AM 0 comments
August 9, 2011
Ramadhan terakhir..
9 Ramadhan 1432H..
Setelah 9 tahun berhijrah..selama itulah juga saya berulang alik dari Seremban ke QRTS KLIA. Bermacam pemandangan, bermacam ragam, pengalaman pahit manis, suka duka..berbagai pula pembangunan yang saya lihat. Kini tibalah masanya sirih pulang ke gagang..
Ramadhan kali ini adalah yang terakhir disambut disana. Kami sekeluarga bakal berpindah ke Seremban pada 20 Ogos ini..Syukur ya Allah..Alhamdulillah rasanya rumah itu tidak kosong lagi..Bakal dihuni oleh adik saya Sabri dan Azhar..Syawal bakal disambut oleh "kami" di Taman Bukti..
Bagaimana sedih dan pilunya hati saya ketika berpindah dari Taman Bukti ke Panchur Jaya, sama juga perasaan itu kini kerana disana menyingkap pelbagai kisah suka duka kami sekeluarga. Di sanalah juga Bonda Hazizah menghembuskan nafas yang terakhir.
Persiapan sedang dibuat.Acara bungkus-membungkus.Banyak sungguh barang.Saya pun sudah lupa masa arwah mak dan ayah mula-mula pindah disana. Tak silap barang-barang diangkut beransur.. Akhirnya lengkap seisi rumah. Nampaknya kali ini mungkin selori besar..Tiada maklumat tentang itu.
Segalanya berubah kini...Tak sama masa mak ada..Yang tak pernah berubah adalah perasaan saya..cuma syukurlah rumah itu bakal dihuni.. Syukurlah.
diari hati ilhamhainy at 11:30 AM 0 comments
July 20, 2011
Bakat yang terpotensikan
Yang paling comel tu ilham my son..semangat dia sangat jitu oooo...tiap-tiap malam trening balik takda penat..semangat pendekar..
diari hati ilhamhainy at 3:45 PM 1 comments



